Margorejo, Cepiring – Aktivitas pengelolaan sampah di TPS3R Desa Margorejo terus berjalan. Sebanyak empat pekerja terlihat sibuk melakukan pemilahan dan pembersihan sampah plastik yang akan dijadikan bahan baku produksi PETASOL, inovasi bahan bakar hasil pengolahan sampah plastik melalui teknologi pirolisis.
Sejak pagi hari, para pekerja memilah berbagai jenis plastik yang masuk dari hasil pengumpulan masyarakat. Plastik yang masih memiliki potensi untuk diolah dipisahkan dari material lain agar memenuhi standar bahan baku proses produksi. Tahapan pemilahan menjadi langkah penting untuk menghasilkan kualitas PETASOL yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi proses pengolahan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Margorejo dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai.
Di tengah meningkatnya jumlah sampah plastik rumah tangga, keberadaan TPS3R Margorejo menjadi garda terdepan dalam mengelola sampah berbasis ekonomi sirkular. Sampah yang telah dipilah kemudian dibersihkan dan disiapkan untuk masuk ke proses pirolisis, yaitu teknologi yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif.
Para pekerja mengaku proses pemilahan membutuhkan ketelitian karena tidak semua jenis plastik dapat diolah dengan cara yang sama. Oleh karena itu, setiap karung sampah harus diperiksa satu per satu untuk memastikan hanya plastik yang sesuai yang masuk ke tahap produksi.
Melalui kerja keras para pekerja TPS3R, Desa Margorejo terus membuktikan bahwa sampah bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Dari tangan para pekerja inilah sampah plastik dipilah, diolah, dan diubah menjadi energi yang bermanfaat bagi masa depan."
Share :