Margorejo, Cepiring – Penggerek batang padi merupakan salah satu hama utama yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Hama ini dikenal dengan dua gejala utama, yaitu sundep dan beluk. Meski disebabkan oleh hama yang sama, keduanya menyerang pada fase pertumbuhan yang berbeda sehingga memerlukan kewaspadaan sejak dini.
Apa Itu Sundep?
Sundep adalah gejala serangan penggerek batang padi pada fase vegetatif atau saat tanaman masih dalam masa pertumbuhan. Larva penggerek masuk ke dalam batang dan memakan bagian dalam sehingga aliran nutrisi menuju pucuk terputus.
Ciri-ciri Sundep:
Pucuk atau daun tengah menguning kemudian mengering.
Daun tengah mudah dicabut karena telah mati.
Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.
Jumlah anakan berkurang sehingga berpotensi menurunkan hasil panen.
Apa Itu Beluk?
Beluk merupakan gejala serangan penggerek batang pada fase generatif, yaitu saat padi mulai bunting hingga berisi bulir. Larva merusak batang sehingga malai tidak dapat berkembang dengan baik.
Ciri-ciri Beluk:
Malai padi berwarna putih dan kosong.
Bulir tidak terisi atau hampa.
Malai mudah dicabut dari batang.
Kerugian hasil panen dapat meningkat apabila serangan terjadi secara luas.
Penyebab Serangan
Serangan sundep dan beluk disebabkan oleh larva ngengat penggerek batang padi. Ngengat dewasa meletakkan telur pada daun padi, kemudian setelah menetas larva masuk ke dalam batang dan merusak jaringan tanaman.
Cara Pencegahan
Untuk mengurangi risiko serangan, petani dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Menanam padi secara serempak dalam satu hamparan.
Melakukan pengamatan rutin sejak fase vegetatif.
Menjaga kebersihan lahan dari sisa jerami yang menjadi tempat berkembangnya hama.
Menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap serangan hama.
Memanfaatkan musuh alami seperti laba-laba dan parasitoid dengan mengurangi penggunaan insektisida secara berlebihan.
Melakukan pengendalian apabila populasi hama telah melewati ambang pengendalian sesuai rekomendasi penyuluh pertanian.
Pentingnya Pengamatan Dini
Keberhasilan pengendalian hama sangat ditentukan oleh ketepatan waktu. Petani disarankan melakukan pemeriksaan rutin di sawah minimal satu kali dalam seminggu. Apabila ditemukan gejala sundep atau beluk pada beberapa rumpun, segera lakukan identifikasi dan konsultasikan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat.
Dengan mengenali gejala sejak awal, petani dapat mencegah kerusakan yang lebih luas, menjaga produktivitas tanaman, serta meningkatkan hasil panen. Edukasi dan pengamatan rutin menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
* *Share :