Margorejo – Kabar menggembirakan datang dari proses pengembangan inovasi PETASOL (Pertalite dari Sampah Plastik dan Oli) yang tengah dipersiapkan untuk diluncurkan di Desa Margorejo. Berdasarkan hasil pengolahan sementara, diperoleh hasil bersih sebanyak 29,59 kilogram yang setara dengan kurang lebih 36,9 liter PETASOL.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah melalui sentuhan inovasi dan teknologi mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah di lingkungan masyarakat.
Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara. Tim pengelola menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah bahan baku yang belum menjalani proses treatment dan pengolahan lanjutan. Dengan demikian, jumlah produksi PETASOL masih berpotensi meningkat setelah seluruh tahapan proses selesai dilaksanakan.
Program PETASOL merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan sebagai upaya mengubah permasalahan sampah menjadi peluang yang bernilai. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, program ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan berkelanjutan.
Keberhasilan capaian awal ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, pengelola bank sampah, relawan lingkungan, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pengumpulan dan pengelolaan sampah. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi modal utama dalam mewujudkan inovasi tersebut.
Dengan semakin dekatnya agenda launching PETASOL di Desa Margorejo, hasil produksi awal ini menjadi optimisme baru bahwa desa mampu menghadirkan solusi berbasis inovasi untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai.
"Sampah bukan akhir dari sebuah benda, melainkan awal dari sebuah inovasi. Dari limbah menjadi manfaat, dari masalah menjadi peluang, dari desa untuk Indonesia." ♻️????????✨
Share :