Margorejo, Cepiring – Wereng merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang harus diwaspadai oleh petani. Serangan wereng dapat menyebabkan penurunan hasil panen, bahkan puso apabila tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, petani perlu mengenali gejala dan cara pencegahannya sejak dini.
Apa Itu Wereng?
Wereng adalah serangga kecil yang mengisap cairan pada batang dan pelepah padi. Hama ini berkembang biak sangat cepat, terutama pada kondisi cuaca lembap dan penggunaan pupuk nitrogen (urea) yang berlebihan.
Jenis yang paling sering menyerang tanaman padi adalah Wereng Batang Cokelat (WBC).
Ciri-ciri Wereng
Petani dapat mengenali wereng melalui beberapa tanda berikut:
Berukuran sekitar 3–5 mm dengan warna cokelat.
Banyak berkumpul di pangkal batang padi.
Dapat melompat atau terbang pendek saat tanaman digoyang.
Berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya mudah meningkat.
Gejala Serangan Wereng
Serangan wereng biasanya ditandai dengan:
Daun mulai menguning dari bagian bawah.
Tanaman tampak layu meskipun air sawah cukup.
Pertumbuhan tanaman terhambat.
Bila serangan berat, hamparan padi terlihat mengering seperti terbakar (hopperburn).
Wereng juga dapat menjadi vektor penyebaran penyakit virus pada tanaman padi.
Faktor Penyebab Serangan
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan serangan wereng antara lain:
Pemupukan urea yang berlebihan.
Penanaman tidak serempak dalam satu hamparan.
Penggunaan insektisida yang tidak tepat sehingga musuh alami wereng berkurang.
Cuaca lembap dan kelembapan tinggi.
Cara Pencegahan
Untuk mencegah serangan wereng, petani dapat melakukan langkah-langkah berikut:
Menanam padi secara serempak.
Menggunakan pupuk sesuai dosis anjuran dan seimbang.
Melakukan pengamatan rutin pada pangkal batang.
Menjaga keberadaan musuh alami seperti laba-laba, kumbang predator, dan capung.
Menjaga kebersihan lahan setelah panen.
Mengendalikan hama sesuai rekomendasi penyuluh apabila populasi telah melewati ambang pengendalian.
Pentingnya Monitoring Rutin
Pemeriksaan sawah secara berkala sangat penting untuk mendeteksi keberadaan wereng sejak awal. Petani disarankan memeriksa pangkal batang padi minimal satu kali setiap minggu. Apabila ditemukan populasi wereng yang mulai meningkat, pengendalian dapat segera dilakukan sehingga kerusakan tidak meluas.
Dengan mengenali gejala dan menerapkan pengendalian yang tepat, petani dapat menjaga kesehatan tanaman padi, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan produktivitas pertanian menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.
*Share :