Berita

Launching PETASOL TPS3R Margorejo Siap Digelar, Hadirkan Inovasi Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Energi

Margorejo, 11 Juni 2026 – Desa Margorejo akan menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan Launching PETASOL (Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Energi) yang diselenggarakan di kawasan TPS3R Margorejo. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah plastik yang mampu menghasilkan bahan bakar alternatif sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.


Acara yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB ini akan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga riset, dunia usaha, serta masyarakat. Sejumlah tamu penting dijadwalkan hadir, di antaranya Bupati Kendal, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Wakil Kepala BRIN RI, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, serta jajaran Pertamina Foundation.


Registrasi dan Kedatangan Tamu Undangan


Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Setelah itu, tamu undangan VIP akan diarahkan menuju area mesin PETASOL untuk menyaksikan secara langsung proses uji coba dan operasional perdana teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar energi.


Demonstrasi Perdana Mesin PETASOL


Puncak awal kegiatan akan ditandai dengan running perdana Fast Pirolisis/PETASOL. Pada sesi ini, para tamu akan menyaksikan secara langsung proses pengolahan sampah plastik melalui reaktor pirolisis, mulai dari pemasukan bahan baku, proses pemanasan dalam reaktor, hingga menghasilkan crude oil yang kemudian diolah menjadi bahan bakar PETASOL.


Demonstrasi ini menjadi bukti nyata bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.


Launching Gerakan Menabung Sampah Plastik Menjadi Cuan


Selain peluncuran PETASOL, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan Launching Gerakan Menabung Sampah Plastik Menjadi Cuan dan Foto Bersama yang dilaksanakan di depan TPS3R Margorejo. Program ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah dan mengelola sampah plastik sehingga memiliki nilai ekonomi bagi warga.


Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan uji performa PETASOL dengan pengisian bahan bakar hasil olahan ke kendaraan roda empat operasional Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal.


Pembukaan Formal dan Sambutan Tokoh Penting


Setelah rangkaian demonstrasi teknologi selesai, seluruh tamu akan menuju tenda utama untuk mengikuti acara pembukaan resmi. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan doa bersama.


Selanjutnya, Kepala Desa Margorejo akan menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus gambaran perjalanan program PETASOL hingga siap diluncurkan.


Rangkaian sambutan akan disampaikan oleh:


Presiden Direktur Pertamina Foundation.


Bupati Kendal sekaligus penyerahan dokumen hak paten BRIN kepada Pemerintah Kabupaten Kendal.


Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


Wakil Kepala BRIN RI.


Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.



Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan teknologi tepat guna berbasis masyarakat dalam pengelolaan sampah dan energi terbarukan.


Launching PFsains 2026


Pada akhir acara juga akan dilaksanakan Launching PFsains 2026 dengan tema:


“Penciptaan Kemandirian Berbasis Kelompok Masyarakat melalui Inovasi Teknologi Berkelanjutan.”


Tema ini sejalan dengan semangat PETASOL yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.


Harapan untuk Masa Depan Pengelolaan Sampah


Launching PETASOL di TPS3R Margorejo diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi di Kabupaten Kendal. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.


Dengan dukungan pemerintah, BRIN, Pertamina Foundation, serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Margorejo diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan bagi daerah lain di Indonesia.

Share :