Berita

Ribuan Harapan Dipanjatkan di Tengah Hamparan Sawah, Tradisi Tingkep Tandur Margorejo Terus Lestari

Margorejo – Hamparan sawah yang menghijau di Desa Margorejo kembali menjadi tempat berkumpulnya para petani, tokoh masyarakat, dan Pemerintah Desa dalam tradisi Tingkep Tandur, sebuah kearifan lokal yang sarat makna dan diwariskan secara turun-temurun.


Bertempat di Gardu Pertanian Desa Margorejo, puluhan warga duduk bersila dalam suasana sederhana namun penuh khidmat. Mereka memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual agar musim menjelang panen tahun ini diberikan kelancaran, tanaman terhindar dari hama dan penyakit, serta menghasilkan panen yang melimpah dan membawa kesejahteraan bagi para petani.


Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Margorejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta masyarakat sekitar. Selain doa bersama dan kenduri, momen ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat agraris.


Di tengah modernisasi sektor pertanian, masyarakat Margorejo membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak menghilangkan akar budaya. Justru, perpaduan antara inovasi pertanian, kerja keras, dan doa menjadi kekuatan dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.


Pemerintah Desa Margorejo berharap tradisi Tingkep Tandur terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan panen bukan hanya hasil kerja manusia, tetapi juga atas izin dan keberkahan dari Allah SWT.


> "Tingkep Tandur bukan sekadar tradisi. Ini adalah ikrar para petani Margorejo bahwa setiap benih yang ditanam selalu diawali dengan doa, dipelihara dengan kerja keras, dan dipanen dengan penuh rasa syukur."

*

Share :