Margorejo – Qotmil Qur'an merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan seorang anak dalam menyelesaikan bacaan Al-Qur'an hingga khatam 30 juz. Tradisi ini biasanya dilaksanakan ketika anak telah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan tuntas, umumnya pada usia sekitar 10 tahun atau saat duduk di bangku kelas 5 hingga 6 Sekolah Dasar, sebelum memasuki masa baligh.
Dalam pelaksanaannya, Qotmil Qur'an tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Anak yang telah khatam diharapkan semakin termotivasi untuk terus membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi ini biasanya dihadiri keluarga, tetangga, guru mengaji, serta tokoh masyarakat. Acara diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, doa khatmil Qur'an, tausiyah keagamaan, dan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan anak dalam menuntaskan pembelajaran membaca Al-Qur'an.
Para ulama menjelaskan bahwa usia menjelang baligh merupakan masa yang sangat tepat untuk memperkuat pendidikan agama. Rasulullah SAW bersabda:
"Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan salat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (sebagai bentuk pendidikan) apabila meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun." (HR. Abu Dawud)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa usia sekitar 10 tahun merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan pembiasaan ibadah anak. Oleh karena itu, banyak keluarga menjadikan momen khatam Al-Qur'an pada usia tersebut sebagai tonggak awal untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman agama sebelum anak memasuki masa kedewasaan.
Selain sebagai ungkapan syukur, Qotmil Qur'an juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta bentuk penghormatan kepada guru ngaji yang telah membimbing anak dalam belajar membaca Al-Qur'an. Tradisi ini mengandung nilai pendidikan, keagamaan, dan sosial yang sangat luhur sehingga patut untuk terus dijaga dan dilestarikan.
Melalui Qotmil Qur'an, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Semoga anak-anak yang telah khatam Al-Qur'an senantiasa diberi kemudahan untuk menjaga bacaan, memahami makna, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an sepanjang hayatnya. Aamiin.
Share :