Pemerintah Desa Margorejo bersama sejumlah petani dan lembaga desa menggelar pertemuan dengan Anggota Lembaga Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gardu Pertanian Desa Margorejo. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan dialogis, namun sarat dengan gagasan dan solusi strategis bagi pertanian desa.
Pertemuan tersebut mengangkat tema “Bincang Santai Mengatasi Lahan Persawahan Marjinal Terdampak Rob”, mengingat sebagian besar lahan pertanian di Desa Margorejo selama ini mengalami penurunan produktivitas akibat intrusi air laut (rob) yang menyebabkan kadar salinitas tanah meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak BRIN menyampaikan dukungan penuh kepada para petani Desa Margorejo melalui pemanfaatan inovasi teknologi tepat guna. BRIN mendorong agar lahan persawahan yang terdampak rob tidak ditinggalkan, namun justru dikelola kembali dengan pendekatan ilmiah dan inovatif agar dapat kembali difungsikan sebagai lahan pertanian produktif.
Beberapa inovasi yang diperkenalkan dan dibahas dalam pertemuan ini antara lain teknologi pirolisis dan biosalin, yang diharapkan mampu membantu menekan dampak air asin serta memperbaiki kualitas tanah persawahan. Inovasi tersebut dinilai sebagai solusi potensial untuk menghadapi tantangan pertanian di wilayah pesisir seperti Desa Margorejo.
Pemerintah Desa Margorejo menyambut baik kolaborasi ini dan berharap sinergi antara petani, pemerintah desa, dan lembaga nasional seperti BRIN dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pertanian desa. Dengan adanya inovasi dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan lahan persawahan yang selama ini terdampak rob dapat kembali dimanfaatkan dan meningkatkan kesejahteraan petani.


Share :